![]() |
| Dok: pendim kodim 1415/selayar |
Apresiasi tersebut lahir dari dedikasi mereka dalam menggerakkan pembangunan di tengah berbagai keterbatasan. Bukan sekadar mendirikan sebuah koperasi, Kepala Desa dan Babinsa berhasil membangun optimisme masyarakat dengan menghidupkan semangat gotong royong serta memastikan setiap tahapan pembangunan tetap berjalan sesuai target.
Perjalanan menuju keberhasilan itu tidak ditempuh dengan mudah. Kondisi geografis wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri. Cuaca yang kerap berubah menghambat distribusi material, sementara keterbatasan pasokan listrik membuat proses pekerjaan harus menyesuaikan waktu yang tersedia. Di sisi lain, akses jalan menuju lokasi pembangunan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat sehingga masyarakat dituntut mencari alternatif agar pekerjaan tetap berlangsung.
Dalam situasi tersebut, warga memanfaatkan kerbau untuk mengangkut material kayu menuju lokasi pembangunan. Pemandangan itu menjadi gambaran nyata semangat juang masyarakat kepulauan dalam mewujudkan pembangunan di desanya. Sementara itu, material lainnya harus menempuh perjalanan panjang dari daratan Selayar menggunakan kapal kayu sebelum akhirnya tiba di Desa Ma'minasa.
Dandim 1415/Selayar, Letkol CZI Yudo Harianto, S.T., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ma'minasa.
"Dari Ma'minasa kita belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti membangun. Ketika semangat pengabdian, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat menyatu, maka tantangan sebesar apa pun dapat diatasi. Apa yang dilakukan Kepala Desa bersama Babinsa Ma'minasa menjadi contoh nyata bahwa pembangunan Indonesia dimulai dari desa-desa terluar dan terdepan," ujar Dandim.
Sementara itu, Kepala Desa Ma'minasa menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan koperasi merupakan hasil perjuangan bersama seluruh masyarakat desa.
"Kami mengangkut kayu dengan kerbau karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau lokasi. Kami mendatangkan material menggunakan kapal dari daratan Selayar dan menghadapi cuaca serta keterbatasan listrik di lapangan. Namun kami sepakat bahwa jarak dan lautan tidak boleh menghalangi kemajuan desa kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian kepada desa-desa kepulauan, serta kepada TNI yang terus hadir mendampingi masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar," ungkap Kepala Desa Ma'minasa.
Semangat kolaborasi antara pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dapat diselesaikan dengan baik, menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah tidak menghalangi lahirnya kemajuan apabila didukung kebersamaan dan tekad yang kuat. Kisah dari Ma'minasa menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia bertumbuh bukan hanya dari pusat-pusat kota, tetapi juga dari desa-desa di pulau-pulau terdepan dan terluar yang terus bergerak membangun masa depan.

Social Footer